Sunday, April 17, 2011

Sharing Second Opinion.. dari sakitnya Aya

Beberapa minggu yang lalu, aya sempat sakit, hari itu tiba2 badan aya panas.. padahal baru juga berkomentar simpatik kepada temen2 yang anaknya sedang sakit, menyadari saat ini lagi musim sakit anak2 dan berharap aya tak sakit *tapi kenyataan berkata laen..


Malam hari (23Maret) dia demam tinggi, tapi paginya udah turun dan suhu badannya kembali normal, tapi tidak sampai di situ karena keesokannya aya diare dan muntah sampai lebih dari 5 hari, sempet juga satu hari dia diare sampai lebih dari 15x sehari. Meski sudah berusaha memperhatikan asupan cairan dan mengatur pola makannya dengan memperhatikan aturan BRATY, tetep ngeri juga sih takut aya dehidrasi, tambah lemes atau komplikasi lain2.


Akhirnya pergi juga ke dokter di RS H*rmina, menemui dr. R, sebelumnya aya pernah sekali datang ke beliau buat imunisasi tapi tidak pernah berobat. Setelah menunggu kurang lebih 1,5 jam, giliran aya masuk diperiksa, belum diapa2in langsung deh ngejer, nangis abis.. diukur suhunya 36,7derajat, ditanyain ini itu langsung deh dokter bilang tes darah aja ya bu, takutnya bla bla bla bla.. HAH? Apa dokter? Wis ga sempet nanya apa2 lagi, udah hectic banget suasananya, aya nuangis dan minta keluar ruang dokter..


Hedeuh bingung deh, mana sendirian, aya ga bisa diajak kompromi pulak, bingung dan panik lah pokoknya.. ga sempet mikir dan cari tau banyak, ya udahlah toh ga bakal tau apa yang terjadi kalo ga tes (pikirku waktu itu sih), ditega2in lah liat aya diambil darah. Hiks.. mahal juga ya biaya tes darah itu.. untuk tes hematologi, CRP, Widal dan Weil Felix total biayanya 550rb, huwaaaaa belum biaya dokter dan obat… bismillah deh moga yang terbaik buat aya


Malam hari dapat telp dari dokter jaga buat bacain hasil tes lab aya, dan hasilnya sodara…… Aya POSITIF indikasi tifus, dari hasil labnya tes Widal dan Weil Felixnya positif meski CRP-nya rendah (kata dokternya sih CRP itu indikasi tingkat infeksi). Rekomendasinya jelas, dr.R menyarankan agar rawat inap malam itu dan diINFUS. Duh ya.. masuk ruangan dokter aja langsung ngejer, sekarang dia mesti tidur di sana, bertemu banyak orang asing yang menurutnya menyeramkan, dan diinfus pula..bahkan membayangkannya saja tidak sampai hati.


Dengan sedikit rasa pede di hati, berbekal dengan sejuta kasih sayang dan sisanya NEKAD.. mencoba memberanikan diri untuk tidak mengambil langkah sesuai rekomendasi dokter, aya tak rawat sendiri di rumah!! Semua penegakan dan perawatan terhadap pasien tifus dilakukan, dari makan2 alus, bed rest total, dan ga boleh telat minum obat. Oh iya karena hasil tes-nya positif, dan bakteri, aya harus minum antibiotik sampai habis. Plus harus kontrol ke dokter beberapa hari berikutnya untuk evaluasi dan observasi kondisinya.


Setelah panik mereda, bingung berkurang, dan diri sudah mulai ikhlas menerima ujian Allah, disaat itulah otak mulai bisa berpikir. Laptop dibuka, browsing sana sini, mencoba mencari tahu banyak tentang tifus, gejalanya, penegakan diagnosisnya, tes-nya, perawatannya, pengobatannya. Semakin membaca, semakin pula banyak tahu. Anehnya jadi semakin mencari celah kemungkinan dan berpikir, mungkinkah ini semua salah? Adakah kemungkinan ini bukan tifus? Mungkin sama dengan diagnosis penyakit lain?


Satu hal, dari literature yang dibaca, seperti:


http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2009/12/09/cermati-diagnosis-tifus-yang-tidak-benar-tes-widal-positif-belum-tentu-tifus/

juga dari

http://www.iwandarmansjah.web.id/popular.php?id=232

ada kemungkinan aya bukan sakit tifus, karena seharusnya pada tifus disertai demam yang semakin meninggi dengan pola tertentu, dan badannya lemas. Dua hal ini cukup berbeda dengan kondisi aya, dia hanya demam sehari semalam saja, dan dia tetap aktif (yah lemes juga sih kadang, tapi kemungkinan itu karena dia mesti bolak balik pup ke kamar mandi)


Wah hati ini semakin bimbang, apa ini tuh semacam intuisi sorang ibu ya?. Kayaknya2 suara hati ini mengatakan ada yang salah, setengahnya masih ga terima dan ga percaya juga kenapa aya sampai tifus (padahal ya apa sih yang ga mungkin kalo Allah punya kehendak). Keinginan mencari second opinion semakin besar, bayangin ya.. dokter aya ini menegakkan diagnosis tifus hanya melihat hasil lab (yang hasil tes Widal ini seringkali rancu), tanpa melihat kondisi klinis pasien.


Hingga tiba hari aya kudu datang lagi buat kontrol ke RS, setelah berusaha mencari tau lewat resepsionis dokter manakah yang cocok untuk pasien ceriwis macem ak ini, diputuskan untuk mencoba konsul ke dr. E. Masuk ruangan dr.E, kali ini aya lebih tenang, cerita lagi deh ke dokter awal sakit aya, ampe hasil tes lab, ampe obat2nya. Dokternya juga nanya ini itu, kondisi klinis pasien sekarang, makanannya. And you know what the doctor said… “gpp ini, cuman diare biasa aja” aku: *:”??!@#(()&^%#@. seneng, kaget, campur puas campur shock campur marah....


Gmana bisa???? Terus terus terus??? Kenapa waktu itu ga pake babibu maen rekomen rawat inap ajah? Maen perintah infuse segala? Terus kalo dah terlanjur diINFUS waktu itu yak apa? kalo anaknya rawat inap waktu itu trus jadi trauma gemana? Ya Allah…. Sedekat ini ya sebuah kekhawatiran dan penyesalan itu..


Jadi dr. E bilang, kemungkinan ini diare biasa, ga perlu minum obat karena penyebabnya virus, makannya juga ga usah yg alus2, seperti biasa aja. Antibiotic juga ga perlu diterusin karena ga ada gunanya juga! Dokter…. Seneng deh ketemu dokter.. yang satu ini orangnya emang lumayan enak, mau diajak diskusi 2 arah, mau ndengerin juga, meski ga terlalu humoris *garing juga kan pas udah terlanjurseneng denger ternyata bukan tifus dan lebay bikin candaan, nih dokter lempeng aja, gariiiiing pak dok.. yah intinya saat itu pulang dengan tenang dan gembira, pengen teriak aja rasanya.. WOiiiiiiii aya ga sakit tifus dan dia gau usah opname!!!

Yah mommy.. moga bisa ambil hikmah dari sekelumit cerita ini yak, mungkin ga terlalu bagus tulisannya, tapi moga pesennya bisa nyampe..


Ada beberapa tips *maaf ya ga maksud menggurui:


  • Tes widal itu (dr literature yg tak baca) tidak bisa serta merta digunakan untuk diagnosis tifus, hasil positif belum tentu pasien berarti sakit tifus (begitu juga sebaliknya), tes kultur darah Gaal lebih signifikan
  • Jangan mudah panic, boleh ding dikit.. tapi tetep berusaha tenang dan rasional
  • Dokter juga manusia sama juga dengan kita, ada kalanya mereka juga melakukan kesalahan, pastinya mereka ga mau nanggung resiko, pilih amannya dan preventif, tinggal pintar2 kita juga
  • Baca, baca dan baca.. learn as much as possible..
  • Tentang biaya, sempet juga terpikir, ah aya opname aja, kalo rawat inap dia dicover asuransi, termasuk biaya tesnya pun diganti, daripada rawat jalan dan mahal?? *well, salah juga ya ternyata, dampak psikologis rawat inap ini bisa berbeda2 pada anak, takutnya bikin trauma dll (harus dipertimbangkan bener2). Oke lah gpp nak, mama rela bayar semuanya sendiri.. *rogoh kocek daleeeeemmm banget..
  • Rawat inap di RS dikhawatirkan tidak hanya menyebabkan trauma psikologis, tetapi juga bahaya infeksi nosokomial (infeksi akbibat kuman di RS), baca artikel dr. wati: COMMON PROBLEMS IN PEDIATRICS
  • Perhatikan juga penggunaan antibiotic pada anak (artikel bagus dari blog dr. wati: http://purnamawati.wordpress.com/2009/09/17/dampak-penggunaan-antibiotik-yang-irasional/)
  • Last but not least: be critical! Be smarter be healthier.. kalo bukan kita mamanya, siapa lagi??


dengan senang hati berbagi,

mama&aya


Monday, December 27, 2010

Tentang Cita-cita

Dalam sebuah tulisan status dan comment di facebook..

pengen mengejar cita-cita..
December 21 at 4:30pm via BlackBerry
    • Hoogie Worst Art ga pingin meraihnya?
      December 21 at 4:37pm ·
    • Novita Dewi Mengejar, meraih, menggapai.. Lek ga budhal2 percuma..
      December 21 at 4:41pm ·
    • Hoogie Worst Art aku wes tekan, ta enteni yo hehehe
      December 21 at 4:47pm ·
    • Novita Dewi Cita-cita ga boleh cuma satu hoogie, beberapa punyaku sudah terwujud dg indah, beberapa belum.. Koen wis tekan pos buat daftar ulang dan istirahat, tapi mesti berangkat lagi, ke pos berikutnya.. Kutunggu..
      December 21 at 4:52pm ·
    • Alfan Fajri Aayyyyooooo super mom!!!!!????
      December 21 at 4:56pm via Facebook Mobile ·
    • Hoogie Worst Art koyoe cita2 iku keinginan sing ultimate, lek keinginan tok yo uakeh bee,,,
      December 21 at 4:59pm ·
    • Novita Dewi Nop, for me, ga ada yang ultimate, seperti ga ada kata "paling" dalam hidup manusia, dan cita2 juga ga harus yang berhubungan dg profesi.. Keinginan baik yang besar dari dalam diri, butuh proses dan usaha untuk meraihnya, bukan keberuntungan, sangat bernilai, mengarah pada kebaikan, boleh kuanggap cita2 dan boleh berkembang, bukankah semuanya proses..
      December 21 at 5:15pm · · 1 personLoading...
    • Hoogie Worst Art mikire 15 menit dewe rek... kalau cita2 udah diraih maka keinginan lebih mudah didapat...
      December 21 at 5:21pm ·
    • Novita Dewi Belum tentu.. intinya kmu ga boleh berhenti di sini, susun lagi cita2mu, tetapkan, kejar..
      December 21 at 5:32pm ·
    • Novita Dewi Hei ampe mbok itung 15 menit.. Kmu beneran penasaran nunggu wejanganku to refresh your mind ya.. That's oke, nice to have someone for sharing kan.. I know you..
      December 21 at 5:35pm ·
    • Hoogie Worst Art koyoe sistemmu multiple choice hirarki heheheh
      December 21 at 5:44pm ·
    • Hoogie Worst Art bukan wejangan sih yg kutunggu tapi pendapat lain... dan kamu memang orang yg tepat. you know me better then other hehehe
      December 21 at 5:46pm ·
    • Novita Dewi No hogie, karena menurutku cita2 itu luas dan bisa berhubungan dengan apa saja dlam hidupmu,
      December 21 at 5:47pm ·
    • Novita Dewi Bisa hirarki bisa juga tidak, and it's all about our choice..
      December 21 at 5:48pm ·
    • Hoogie Worst Art bener, tapi kamu kan punya banyak pilihan cita-cita = multiple choice
      trus bertingkat/tersusun = hirarki
      multiple choice hiraki hehehe
      December 21 at 5:51pm ·
    • Novita Dewi Yah disebut semrawut juga boleh kekekekkkk, tapi cukup rapi kok.. Hey, jujur ato enggak, everybody has a same type you know.. Multiple choice hirarki yang katamu itu, termsuk kamu! We're only human..
      December 21 at 5:57pm ·
    • Hoogie Worst Art iyo. tapi definisi cita-cita diantara kita berbeda kan...
      December 21 at 5:59pm ·
    • Novita Dewi Yeah dan aku mengkategorikan pencapaian2 besarmu sebagai cita2 yang terwujud, dan pasti banyak lagi pencapaianmu di depan nanti, sama kok..
      December 21 at 6:04pm ·
    • Hoogie Worst Art didalam cita2 ada hasrat, niat, keinginan, dan selalu ada dalam pikiran kita yg membuat kita mengabaikan keinginan2 lain yg ada disekitar kita demi cita2...
      December 21 at 6:11pm ·
    • Novita Dewi Itu juga yang aku rasakan untuk setiap cita2ku..
      December 21 at 6:15pm ·
    • Hoogie Worst Art waa garoh maneh lek ngono...
      December 21 at 6:19pm ·
    • Novita Dewi Lha definisimu itu emang mirip dengan pilihan yang sering kita buat dlm hidup hog, kalo keinginan teramat kuat, maka kita akan memilih dan pasti pilihan itu mengabaikan yang laen, ada pengorbanan dan konsekuensi dalam setiap pilihan.. Cita2 lebih dari sekedar pilihan, cita2 adalh pilihan yang kita kuatkan, terus menerus..
      December 21 at 6:37pm ·
    • Novita Dewi Ak penganut doa "semoga tercapai SEMUA cita2mu" yang kuartikan dengan cita2 tidak harus satu.. Hehehe
      December 21 at 6:40pm ·
    • Hoogie Worst Art lek ndelok kata2mu kok tau moco nde ndi ngunu loh...hahaha
      December 22 at 8:43am ·
    • Novita Dewi Yang pasti berasal dari semua yang ak baca, ak dengar juga pengalaman, karena ak ga nyontek, ak ngerasa bangga lho koen ngomong ngono, next time ak bisa nulis artikel *karena klo buku ak cukup meragukan diriku sendiri..
      December 22 at 9:35am ·
    • Hoogie Worst Art ‎50 halaman aja dulu hehehe kan wes ta contoi carane hehehe
      December 22 at 9:41am ·
    • Suci Fitri Ancat Pamungkas mbak nobi rek..aq jd inget waktu jadi sie acara ambek smpyn..
      December 22 at 9:45am ·
    • Novita Dewi Inget yg mana nates? Asal ojo inget yg pas senam aja.. Kikikikkk.. Kan rodo nggilani
      December 22 at 9:48am ·
    • Novita Dewi Sie acara opo yo sing ama kmu cek?
      December 22 at 9:49am ·
    • Suci Fitri Ancat Pamungkas PLA iku lo mbak..
      aq eleng2 nasehatmu pas bikin game tp ditolak2 terus ambek SC..
      mirip ambek kata2 di atas ttg cita2
      December 22 at 9:52am ·
    • Novita Dewi Mosok seh? Do you mind to tell me what nasehat that you remembered ucek? lumayan kan buat nambahin materi artikelku
      December 22 at 9:56am ·
    • Hoogie Worst Art whahahaha lali areke... hajar cat!
      December 22 at 9:57am ·
    • Suci Fitri Ancat Pamungkas yo sing koyo nang ndukur iku..dejavu..
      December 22 at 9:58am ·
    • Suci Fitri Ancat Pamungkas ojok dihajar hog,tak entuti ae
      December 22 at 9:59am ·
    • Hoogie Worst Art awakmu wani a ngentuti silbee aniteb hmm...
      December 22 at 10:00am ·
    • Suci Fitri Ancat Pamungkas wani..lek areke wes turu ae..
      December 22 at 10:01am ·
    • Novita Dewi Oh ya emang pernah ya? Hei ak termasuk orang yang konsisten juga ya berarti, after long time lho.. Oh hogie pasti kmu setuju ama statementku itu barusan.. *ga usah dientuti, wis cukup mambu, pagi ini ak bersihin pup aya 4xn what a smell.. Koyok sik nemplek awakku..
      December 22 at 10:02am ·

masih juga belum beranjak untuk mengejar mimpi..










Wednesday, November 24, 2010

Beri aku sesuatu..

dicopy dari emailku untuk kekasihku tercinta saat dia sedang berada di rig:

Kamis, 11 November 2010 12:37 malem

Hari ulang tahun ini yang paling datar seumur hidup, moment yang terselamatkan hanya dari puluhan ucapan selamat di facebook *Oh thanks God for brilliant brain You gave to facebook founder :))
Tahun2 sebelumnya ada suami, sebelum2nya lagi ada teman, keluarga, but unfortunately not for this time.. Complaining?? Yes a little.. Kemana perginya momen ulang tahun yang istimewa?? Moga ini bukan awal dari ultah2 masa depan yang akan kurang lebih sama..
Just like old ordinary people yang hari ultahnya tidak ada bedanya dengan hari biasa..

Bukankah dulu selalu ada waktu, selalu ada cara, selalu ada kesempatan? Bukankah dulu hampir semua mungkin.. Tapi sekarang sedikit berbeda.. Atau mungkin sudah jauh berbeda. Aku tidak suka memikirkan itu.

Kemana perginya hari2 itu..
Kemana buket bunga itu? Kemana kiriman kue itu? Hadiah kejutan itu? Kemana kurir2 itu perginya? Kemana perginya skenario2 kecil yang disusun oleh orang yang jauh di sana, yang dengan keribetan kecil tulus bersedia mengatur agar sesuatu berada di sini dan dipastikan diterima langsung dengan tanganku tepat di hari istimewa? Kenapa ga ada satupun yang mengetuk pintu rumahku dan mengirimkan sesuatu untukku atas perintah orang laen?? Tau gitu harusnya aku memesan sesuatu, meminta kurir untuk mengirim ke rumahku, memberi hadiah untukku atas perintahku sendiri.. Laen kali aku akan begitu..

Aku suka hadiah, aku suka kejutan, suka bunga, suka kue, suka segala bentuk pemberian... meskipun aku gak pernah mengakui itu, meskipun kadang aku berpura2 tidak mau, meskipun kadang aku berpura2 menganggap itu biasa.. Aku pembohong..

*curhatan kecil seorang istri biasa yang tidak ingin hal2 indah cepat berlalu dalam hidupnya..

*ada lagi..
Sadarkah kita? Semenjak ada aya, tawa kita selalu berpusat padanya? Kemesraan kita selalu hanya untuknya? Kemana tawa kecil dan tawa besar kita berdua, hanya kita berdua? Kemana kemesraan itu? Hari2 bersama terlewati adalah hari2 aya, perkembangan aya, bahagia akan aya, di mana letak keintiman kita berdua.. Tidak ada niat sama sekali untuk menuntut, iri ataupun menyesal dengan kehadiran aya tercinta, bukankah dia anugrah, bukankah dia penyempurna hidup kita? Yang menambah kebahagiaan hari2 kita.. Tapi tetap saja aku rindu kemesraanmu untukku, tawamu untukku, ciumanmu untukku, spesial hanya untukku... Bukankah cinta tak akan habis bila dibagi?

*sekali lagi, ini curhatan kecil seorang istri biasa yang tidak ingin hal2 indah cepat berlalu dalam hidupnya.. karena masih banyak tahun2 di depannya yang ingin dilaluinya dengan tetap indah..


Terimakasih untuk sedikit waktu yang diluangkan untuk membaca..




Tetap dan selalu cinta Ficky Indrawan,

Novita Dewi
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT




dan traraaaaaaaaa... inilah hasilnya:

SMS kamis, 18 nov 2010
My dear wife, I love you so much. You are my everything to me. Have a nice dream honey. May Allah bless you, aya also me. Mmmuaaah love you..

SMS sabtu, 19 nov 2010
Senyumnya matahari ini seindah senyum yangnya di pagi hari. I love you honey

Love you honey. Ada dua bintang yang sangat terang di antara bintang bintang yang lainnya. 2 bintang itu menyatu menjadi 1 bintang yang paling terang dan membuat langit menjadi indah kemilau di malam hari. Bintang itu adalah kita honey.. cepet sembuh ya sayang. Mmuuahh Love you so much

SMS senin, 22 nov 2010
Senyum yangnya adalah bahagia thuznya, sakit yangnya adalah kesedihan thuznya. Jangan sakit ya yang.. Ayo cepet sembuh. Gak sesek lagi.. mmuah love you, need you.. Be patient honey. Dont count the days, will be hug you shortly. Mmuah 8x

Sampai akhirnya hari ini, datanglah kiriman buket bunga.. cakep deh. Thanks ya..



mesti digetok dulu ya buat dapat semua perlakuan indah ini.. but it's okay, already paid.. love you still honey..

Thursday, May 13, 2010

back again..

just like awake from a long sleep, now i'm back to visit and write in my blog, again.. hopefully will be a serious and great start..

Many miracles happened.. moved to Jakarta after married (then back to Malang again now), gave birth (blessing 10 months aya), new house, new life.. yeah!! I'm a mommy now!! Lets join da club..

Perubahan status dari single, menikah, hamil dan punya anak ternyata juga bisa merubah pola pikir lho! yeah at least ini berlaku buat aku. Tapi semua arah perubahan ini cuman satu sumbernya, from internet.. Yang bikin ngebuka mata lebar2 mulai dari segala mitos kehamilan (yang lebih banyak salahnya drpd benernya), gerakan pro ASI dan mpasirumahan alias homemade meal for baby, ampe financial planner dengan reksadana-nya itu, fiuuuhhh.. thanks much for my lappi and IM2(yang ke'lemot'annnya banyak berguna)

Well, cukup deh ini buat pembukaan blog ini for second time, lets see how long next post will be entried..

Thursday, November 20, 2008

Lihat ke depan..

Chicken soup from the most important people in my life…

Lihat ke depan.. pesan itu yang sering kudengar darinya. Bukan liat atas, bawah, kanan ato kiri, tapi depan!! Katanya itu salah satu filosofi hidup yang mengiringinya selama ini, membentuk dirinya, membawa perubahan hidupnya, membawa cara pandangnya menjadi lebih bersimpati. Filosofi ini kemungkinan didapatnya entah emang udah dari sononya, dari tempaan hidup ato kombinasi keduanya, ga tau deh. Yang jelas filosofi itu diusung dengan iringan filosofi lain yaitu ‘nriman’ (artinya menerima segala sesuatu dengan ikhlas), ‘ono sukur gak onok ya gak popo’ (ada syukur gak ada juga gak apa2)

Emang banyak hal yang telah dilaluinya bisa jadi bukti kalo filosofi di atas dia sampaikan bukan sekedar nasehat kosong. Di masa kuliahnya yang jauh dari orangtua, pengalaman bertahan hidup mengajarinya untuk selalu berpegang pada filosofi itu. Melakukan segala cara untuk bertahan hidup mungkin dilakukan semua mahasiswa, tapi paling tidak aku jarang menemui cerita seperti cerita hidupnya dari orang2 yang ada di dekatku. Anak kost kehabisan duit kan wajar, yang lebih wajar selanjutnya ya ngutang. Kalo utang udah banyak ato gak ada lagi orang yang bisa diutangin, nah di sini muncul perbedaan. Ceritanya nyari duit buat makan, mulai nyolong mie instan temen, jualan buku TTS (teka teki silang) di warung2 emperan, datang ke pegadaian gadai-in dari walkman ampe jas almamater, ngumpulin tutup botol buat dijual, narik becak (minjem ke tukang becak deket kost), macem2 deh segala cara yang dilakuin nih orang. Pernah suatu kali dia punya uang cuma seribu perak, laper banget ceritanya, pasti beli mie instan? Bukan! Ke warung beli beras (beras! bukan nasi) “beli berapa mas?” (“beli seribu bu”) “mana bisa?” (“yah bu dikasih berapa aja deh gak papa”).. makan nasi deh akhirnya.. Semuanya dijalanin dengan tanpa beban, toh hidup gak mlulu isinya nyari duit buat makan untuk bertahan hidup, banyak juga kegembiraan yang dilalui, meskipun sederhana, toh dalam sedihpun selalu ada tawa, meski cuma ironi… apa misi ‘liat ke depan’-nya? Bertahan ampe besok dan besoknya lagi dan ngelarin kuliah.

Apa dia pernah sedih? Marah? Malu? Sedih mungkin iya, marah kayaknya engga’, malu? sama sekali engga’!! Yah filosofi itu tadi yang diusung, liat ke depan… semua yang ada di depannya dijalani dan harus dengan ikhlas (mneskipun gak selalu), semua peluang yang ada meski kecil nilainya diambil, disyukuri, “mungkin sementara emang dapetnya ini”. Gak usah liat ke atas jadi bikin kita ngiri, gak pede, gak berkembang, gak bersyukur. Gak usah liat bawah juga, bikin kita jadi sombong, ngerasa lebih tinggi, ngerasa lebih cukup. Gak usah juga liat kanan ma kiri bikin kita gak focus, liat aja ke depan.. bahkan kata dia, Allah ciptain mata kita dengan posisi pandangan ternyaman melihat ke arah depan, gak nyaman kalo terlalu lama menunduk, mendongak ato menoleh ke kanan dan kiri. Karena itu, katanya, kita harus liat ke depan…

Filosofi itu lagi yang kudengar semalem waktu telpon2an sama dia. Kok aku ngerasa useless, gak ada gunanya, gak ada yang tak lakuin yang berarti buat orang lain bahkan buat diriku sendiri. Ceritanya hari-hari ini lagi gak pede, semua orang melakukan sesuatu, bekerja, mengasuh bayinya, menulis aktif, jualan bakso, mengajar ngaji, memasak, mengepel, bahkan benerin pintu kamar mandi, apa aja semuanya produktif, lha aku? ngapain?? Gak ngapa2in! Maka dari itu, keluarlah petuah filosofi “liat ke depan…” . Yah mungkin gak selamanya yang tak lakuin berarti “produktif” menurut versiku, produktif yang hasilnya langsung dan nyata. Mungkin sekarang tidak produktif (seperti dalam versiku) tetapi tetap saja berarti dan berguna dalam artian gak useless, gitu katanya… hidupku bahagia hari ini aja udah berarti gak useless.. aku punya arti penting buat orang yang kucintai, buat keluarga, buat orang laen juga berarti gak useless. Jadi jangan liat atas, dimana semua orang melakukan pekerjaan produktif (lagi2 menurut versiku). Liat aja ke depan, yang dilakuin dari yang tersisa hari ini, dan besok, ikhlas menjalani hari, dan buat dirimu lebih bahagia…

pesan dari yang tercinta

Friday, November 14, 2008

Memorable Quote The Great Debater Movie


The Great Debater Movie


Cast: Denzel Washington as Melvin Tolson (my favorit actor)
Producer: Oprah Winfrey & Joe Roth


Memorable Quotes by Melvin Tolson to his 4 students


Melvin B. Tolson: Who is the judge?


Melvin B. Tolson: Why is he God?

Samantha, Henry Lowe, James Farmer Jr., Hamilton Burgess: Because he decides who wins or loses. Not my opponent

Melvin B. Tolson: Who is your opponent?


Melvin B. Tolson: Why does he not exist?

Samantha, Henry Lowe, James Farmer Jr., Hamilton Burgess: Because he is a mere dissenting voice of the truth I speak!



Dari film yang beberapa hari lalu kulihat..

Monday, November 3, 2008

Weekend Batu City - Klub Bunga







Klub Bunga Weekend

I’m stressed, want to feel free, clean up this head, make it empty, and back… ready to refill…
Here I am… in Klub Bunga Batu – Jl. Kartika no. 1 Batu. Jam 11.30 berangkat dari Malang kota tercinta, mesti muter2 kota dulu, ambil kartu Indosat VIP di Galeri Indosat, trus mampir gramedia while waiting Mr. Thuz sholat jumat, mesti nyari baju renang juga (maklum.. baju renangku yang dibeli terakhir pas jaman SMU udah gak layak pake), eh sempet ban bocor juga pas radius kurang 1 km… Jadilah datang di klub Bunga pas jam check in 15.00 WIB. Finally we got there…

Tempat yang nyenengin, sejuk, areanya luas dan hijau banget, ini butik resort yang nurut kita sih paling ok di kota Batu… Tahu ratenya? Kalo pas weekday IDR 450,000 , berhubung Allah emang selalu baek, dengan kartu VIP Indosat ratenya diskon 25% (Indosat.. your e the best), btw kalo ga pake kartupun semua pelanggan Indosat dapet diskon juga kok , 15%, lumayan kan, makanya pake INDOSAT… Bedanya kalo pake rate diskon kita ga dapet tiket Jatim Park, gpp ini.. sapa juga yang mau ke sana..

Jalan2 bentar sambil nunggu kamar, bagi semua tamu di sini boleh pake fasilitas yang ada, mulai dari kolam, lapangan (kayaknya apa aja ada mulai lapangan basket, volley, squash dll), sauna, steam, semuanya gratis.. setelah masuk kamar, superior room without air conditioner – 4th floor, istirahat bentar.. and it’s time for hanging around.. jalan2 kuliner, maklum makanan hotel kan mahal..

Jadilah kita makan roti bakar Yoenoes, jalan apa ya.. pokoknya dari kantor pemkot lurus terus letaknya di deket perempatan lampu merah... ada roti bakar, pisang bakar, mie goreng, STMJ, ratenya harganya mulai Rp 2.000-8.500 gitu, katanya sih.. dulu itu tempat tongkrongan anak muda terkenal, tapi ga tau lagi sekarang, soale kemaren pas rada ujan rintik2 gitu. Belum puas, kita ke alun2 Batu, setelah nanya mbak petugas di POM Bensin , dmana tempat jual lalapan enak mbak?? Katanya WARUNG LALAPAN BU SUM, pas berangkat kita udah sempet sih jalan ke sepanjang alun2, mana tau mesti makan dmna, orang semua warung kaki lima berjajar jualannya rata2 lalapan, nah loe mau pilih yang mana? . wah ternyata emang bener emang tempatnya BU SUM rame banget, ampe ga dapet tempat, akhirnya dibungkus deh, lalapan ayam ma bebek plus nasi semuanya Rp 26.000, lega dibanding rate room service mkanan hotel yang paling murah 20rb untuk pisang goreng… masih jam 8 malem, ngapain ya.. nonton tv, mau ke coffee shop di bawah tapi ada godaan laen.. it’s a “hot” night baby, time to shake, it’s a long road to heaven… uohhhh thanks to Allah. Hey stop, time to sleep.. see ya in the morning…

SATURDAY MORNING..

Jam 6 pagi – bangun
Jam 7 pagi – berenang trus sarapan
Jam 9 pagi – balik kamar ngeblog (free wifi bagi tamu hotel, kalo beruntung masih dapet signal di kamar, berarti aku beruntung…)
Jam 12 siang – prepare packing, check out

Pas pulang balik ke Malang, sayang rasanya kalo ga sekali lagi muterin Batu buat nyari tempat kuliner yang asyik. Setelah nekad mencoba untuk naek lebih tinggi kea rah Cangar, akhirnya ditemukanlah tempat makan yang super asyik: WARUNG BAMBU LESEHAN BATU, letaknya di daerah Hotel Purnama naek dikit lagi.. Tempat ini nawarin menu ikan bakar atau goreng gitu.. tapi bukan hanya menunya tapi konsep warungnya laen dari yang laen, pemiliknya dengan sengaja membuat warung lesehan bambu di atas kolam ikan koi, asyik banget… jadi sementara nunggu makanan siap kita bisa sejenak maen bareng ikan koi yang jumlahnya sangat banyak dengan berbagai ukuran dan warna, pengunjung boleh nurunin kaki ato kasih pakan ikan (karena emang sengaja dijual pakan bagi para pengunjung yang mau kasih makan ikan, cara laen sekali menyelam dua pulau terlampaui, jadi ga perlu ngasih makan ikan peliharaan sekaligus dapet untung jual pakan, hehehe boleh juga… harga menunya mulai dari Rp 3.000 – Rp 35.000, untuk menu aneka ikan harganya rata2 30 ribuan. Kenyang, puas, asyik, dapet referensi tempat makan yang ok pula…

Huhh.. akhirnya kelar juga liburan di Batu, pulang balik Malang, stresspun hilang… Batu masih tempat wisata yang asyik, dinginnya hawa bisa jadi pendingin hati, dan yang lebih penting deket, yang pasti next time I’ll stay longer, kalo perlu bikin rumah gubuk di sana (bias ga Mr. Thuz… amien)

20081101